PAKAIKEBO
#LIVE - TO - WORK #
Jumat, 03 Oktober 2025
Milka Bagubau Sambut Dua Adik Laki-Laki yang Lolos Beasiswa KIP Kuliah di Kampus PGRI Adi Buana Surabaya
Jumat, 29 Agustus 2025
KISAH CINTA GADIS PENYEBERANGAN DAN PACE
(Cerita KKN Tematik Berdampak FPIK ULM 2025, Desa Pulau Burung – Tanah Bumbu)
Dermaga & Gadis Penyeberangan
Dermaga Pulau Burung selalu ramai setiap pagi dan sore. Perahu kelotok silih berganti, menghubungkan warga dengan daratan seberang.
Di sanalah Rabby, gadis sederhana berambut panjang. Warga menyebutnya gadis penyeberangan, sebab senyumnya selalu hadir di balik raungan mesin perahu.
Hari itu berbeda. Mahasiswa KKN Tematik FPIK ULM datang dengan rompi krem mereka. Mereka membawa program, harapan, dan semangat untuk berbaur dengan warga. Menyeberang dengan kelotok hingga malam hari, mereka tiba di posko KKN—rumah sederhana yang dipinjamkan kepala desa. Ruangan dipisahkan untuk laki-laki dan perempuan, menjadi tempat bernaung selama sebulan pengabdian.
Di antara mereka, Rabby diam-diam memperhatikan seorang pemuda berkulit gelap dengan logat khas Papua.
“Pace,” begitu teman-temannya memanggilnya.
Ketika ada candaan, “Pacar kamu Pace,” Rabby hanya tersenyum dan diam saja.
Kopi Mangrove: Jejak Awal
Suatu siang, mahasiswa mengadakan pelatihan kopi mangrove. Buah mangrove yang biasanya dianggap tak berguna dikeringkan, digiling, lalu diseduh menjadi minuman. Warga penasaran, termasuk Rabby yang paling bersemangat.
Ia ikut menjemur buah, menyangrai, menumbuk, hingga menuang air panas ke cangkir. Pace memperhatikannya. Saat Rabby hampir tak sanggup mengangkat wajan berisi buah kering, Pace segera menghampiri.
“Biar saya bantu, Rabby. Berat itu.”
Rabby tersenyum nakal. “Kalau Pace selalu datang pas begini, aku bisa betah tiap hari.”
Suara tawa pun meledak dari mahasiswa lain. Wajah Pace memerah, tapi hatinya bergetar. Sejak hari itu, kopi mangrove bukan sekadar minuman baru bagi warga, tetapi juga jembatan hati bagi keduanya.
Buah Mangrove: Simbol Cinta
Beberapa hari kemudian, mereka kembali mengolah buah mangrove. Teksturnya keras di luar, lembut di dalam. Rabby membantu Pace mengupas, merendam, dan menumbuk buah itu.
Pace menatapnya lama. “Rabby ini berani. Cepat beradaptasi, tidak takut kotor, tidak takut gagal.”
Rabby tersenyum, matanya berbinar. “Kalau ada kamu di sampingku, apa yang perlu aku takutkan, Pace?”
Hari itu hasil olahan mangrove memang belum sempurna rasanya—agak sepat, pahit bercampur manis. Tapi bagi Rabby, hasilnya bukan sekadar pangan. Ia percaya, cinta pun seperti buah mangrove: keras di luar, namun manis bagi yang sabar menanti.
Masa Penantian di Dermaga
Waktu berjalan cepat. Sebulan KKN terasa singkat. Mahasiswa harus kembali ke kampus, meninggalkan Pulau Burung dengan segudang kenangan.
Rabby berdiri di dermaga, menatap perahu yang membawa Pace perlahan menjauh. Angin sore meniup rambutnya, air sungai beriak pelan. Ia menggenggam erat secangkir kopi mangrove.
“Pergilah, Pace… Aku tetap di sini, menunggu. Dermaga ini akan jadi saksi.”
Di kota, Pace kembali dalam tugas kuliah. Namun di hatinya, selalu ada bayangan gadis penyeberangan—yang berani mencoba, yang merayu polos, yang hadir dalam setiap kegiatan.
Menunggu Pelepasan di Tanah Bumbu
Beberapa minggu kemudian, Pace bersama mahasiswa KKN mengikuti pelepasan resmi di Kantor Bupati Tanah Bumbu. Selama dua malam di Simpang Empat, Pace tidak hanya menanti acara itu, tetapi juga merenungkan perjalanan sebulan di Desa Pulau Burung.
Suasana kota jauh berbeda dengan kehidupan sederhana di pulau. Namun kenangan Rabby selalu hadir dalam pikirannya.
Mahasiswa lain sibuk menyiapkan laporan atau beristirahat. Pace tahu, ada sesuatu yang berbeda kali ini.
Rabby Menyusul
Keberanian Rabby kembali diuji. Setelah melepas Pace di dermaga, ia tak menyangka akan bertemu lagi secepat itu. Mendengar kabar Pace berada di Simpang Empat, ia pun menyeberang dari Pulau Burung.
Perjalanan itu bukan sekadar lintasan air dan daratan, melainkan lintasan hati—dari kerinduan menuju keberanian.
Dan benar, Rabby tiba tepat di hari istimewa: ulang tahun Pace.
Perayaan Ulang Tahun Pace
Hari itu sederhana, hanya ada teman-teman KKN dan beberapa kerabat. Namun suasana berubah hangat ketika Rabby muncul dengan senyum khasnya.
Saat semua bernyanyi Happy Birthday untuk Pace, Rabby ikut bernyanyi dengan semangat. Ia bahkan mengangkat kue ulang tahun dan mengusapkannya ke dahi Pace—momen balasan dari kenangan di dermaga, ketika Rabby dulu disuapi kue oleh teman-temannya.
Kini, giliran Rabby yang membuat ulang tahun Pace tak terlupakan.
Hari Pelepasan
Dua malam pun berlalu, tibalah hari pelepasan resmi KKN di Kantor Bupati Tanah Bumbu. Wajah para mahasiswa bercampur lega, haru, dan bahagia karena pengabdian telah selesai.
Namun, di balik semua itu, tersisa satu kisah manis:
Seorang gadis desa, Rabby, yang berani menyeberang demi cinta.
Seorang mahasiswa Papua, Pace, yang menemukan arti rumah di luar tanah kelahirannya.
Sebuah dermaga sederhana, tempat semua cerita bermula, menjadi saksi cinta yang tumbuh dari kesederhanaan.
Kisah ini belum tamat. Gadis penyeberangan dan Pace masih menulis takdirnya—di antara sungai yang mengalir, mangrove yang tetap tumbuh, dan cinta yang sabar menanti.
Penulis : P. Boma
Minggu, 11 Juni 2023
PERTANDINGAN MINI SOCCER (FKMI) CUP III TAHUN 2023
Nabire-Minggu, (11/6/2023) Badan Pengurus FKMI kota Studi Nabire, DAUD TIGAU,
Menyampaikan Kepada
Panitia Makrab, Koordinator Olahraga, Wasit, Seluruh Manajer, Seluruh TIM, Seluruh Spoorter, Seluruh Alumni, Senioritas, dan Seluruh Pelajar dan Mahasiswa/i Kota Studi Nabire,
“Sudah Mendukung kami dengan Kegiatan Pelaksana Turnamen Futsal Dengan baik dari Awal Hingga Selesai ini. Kiranya Tuhan Yesus Memberkati Semua. Lebih Semangat Lagi Cup selanjutnya,” ucap Daud Tigau
“Tidak ada kemenangan tanpa kerja keras dan semangat pantang menyerah.” Katanya
“Semangat adalah modal utama dalam meraih kemenangan.”
“Kemenangan adalah bonus dari setiap pertandingan, namun proses latihanlah yang akan membuat tim berkembang.” harap tigau
Selasa, 30 Mei 2023
(secara pribadi mengucapkan terima kasih teman-teman yang telah membantu kami berupa Bama untuk bertahan hidup di rantau/kost thn 2023)
Jumat, 12 Mei 2023
Happy International Women's Day, (International Happy Women's Day).
Rabu, 08 Juni 2022
Hero's crytrue fighter
Kamis, 02 Juni 2022
Alright, madam
Selasa, 24 Mei 2022
MEMORY
Kamis, 19 Mei 2022
POETRY WASTE YOUR SADNESS
Let the season pass
Leaves that are dry and have fallen will not be tired of the taste, hope is still.
grow a new substitute
tossed With the debris of taste.
Why are you restless, why are you worried? Now twilight comes along with the taste of the seasons.
Look look
No need to mourn
Don't be sorry
Twilight will be calm.
And will rise with hope
Don't be silent, say say Don't let silence enter your soul Don't let it cloud your heart.
say Until I know I can comfort you
until there is no sadness hidden in your heart.
Keep it away from your heart
Let the wind blow your feelings, You don't have to worry, don't worry.
Here I accompany you to erase the sadness and encourage you again.
By written: P. BomaRabu, 18 Mei 2022
Great Parental Notes
A great parent is one who allows his child to go abroad to find his own livelihood, because he knows that letting go of his child to go to a village or another country. is the beginning of his son trying, making the door successful.
despite the fact, not all overseas children can succeed, but with the blessing of both people, anything will be a blessing, especially for overseas children, who make a living in other countries.
That's where the greatness of parents who are willing to let go of their children in order to get more life experience than living and living with them, gives a great trust to children to achieve success outside the comfort zone with their two people and siblings.
By written: P.Boma